Posted by: djarotpurbadi | December 29, 2008

Rahasia (1) Perumahan Nogotirto Limo sebagai sebuah Paguyuban

Dongeng dari pak Darman Kate mengejutkan saya. Beliau sebagai salah satu penghuni awal di perumahan Nogotirto Limo pernah berkata, telah mengalami banyak suka dan duka ketika mendirikan “paguyuban” warga perumahan. Kata “paguyuban warga perumahan” ini yang sangat mengejutkan, sebab menyimpan sebuah konsep fundamental dan penting bagi sebuah perumahan massal seperti Nogolimo.

Selama ini kebanyakan orang menghayati hidup di perumahan massal dengan pikiran yang sangat praktis: saya membeli rumah dan saya tinggal di rumah itu. Titik. Orang cenderung tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Boleh saja ada RT dan RW di perumahan dan itu normal serta sah-sah saja. Sebagai penghuni perumahan, maka saya tentulah warga RT dan RW yang ada di perumahan itu.

Dengan pikiran semacam itu, pada dasarnya orang hanya “terletak” di suatu tempat namun tidak menciptakan “relasi sosial-batiniah” dengan para penghuni lainnya. Orang dengan pikiran semacam itu seperti halnya kursi  yang terletak diantara kursi – kursi lain dan meja di suatu ruang tamu. Akibatnya, orang hanya menjadi “benda-benda mati” diantara obyek-obyek di dalam perumahan yang dihuninya. Suasana perumahan menjadi kering dan sepi dari hiruk-pikuk keramaian sosial warganya.

Kata dahsyat “paguyuban warga perumahan” yang digunakan oleh Pak Darman Kate menunjuk langsung aspek sangat penting di dalam sebuah perumahan sebagai tempat tinggal manusia-manusia bermartabat dan berbudaya. Aspek itu adalah relasi batin warga perumahan. Artinya, perumahan Nogotirto Limo bukan sekedar kumpulan rumah-rumah, namun yang terlebih penting adalah paguyuban manusia. Perumahan Nogotirto Limo adalah paguyuban warganya, demikian pernyataan tegas Pak Darman Kate. Jadi bukan kumpulan benda – benda mati, melainkan kumpulan warga perumahan yang memiliki jalinan ikatan batin dalam sebuah paguyuban kehidupan bersama !

Di dalam kata hebat itu ada fokus pandangan bahwa rumah dan perumahan adalah wadah (container) sedangkan isinya (content) adalah manusia penghuninya. Konsep isi (content) dan wadah (container) ini pernah diungkapkan oleh ahli ilmu perumahan (Human Settlements Science: Ekistics) yang bernama Doxiadis dari Yunani pada tahun 1968. Saya tidak tahu apakah Pak Darman Kate dan para perintis paguyuban perumahan pernah membaca buku itu.

Saya menduga, konsep paguyuban itu muncul dari “permenungan kolektif” para perintis perumahan yang dilakukan secara alamiah lewat berbagai perjumpaan di cakruk dan berbagai pertemuan informal. Konsep paguyuban ini sangat cerdas, sebab seluruh warga perumahan Nogolimo langsung menjadi warga paguyuban. Para pengontrak atau penghuni sementara juga diperlakukan sebagai warga paguyuban, maka banyak warga yang semula kontrak dan sekarang tidak tinggal di perumahan masih merasa ada ikatan batin dengan warga perumahan Nogolimo.

Suasana paguyuban sangat terasa di Nogolimo terutama pada saat ada warga yang mengalami cobaan hidup maupun dalam momen perayaan-perayaan. Suasana kebersamaan sangat terasa antara lain dalam wujud pesta-pesta rakyat dari-oleh-untuk warga. Makan bersama pada peringatan HUT RI menjadi ajang mempererat ikatan batin seluruh warga.

Warga RT 4 bahkan memiliki sebuah tempat penting yaitu “Balai Guyub RT 4”, yang dalam kacamata umum sering hanya disebut cakruk. Bendanya sama, sebuah cakruk, tetapi jiwanya berbeda sebab warga RT 4 melihatnya sebagai sebuah balai guyub. Judulnya sama namun isi dan maknanya berbeda. Untuk yang satu ini, warga RT 4 memang cerdas deh.

Saya kira langkah warga RT 4 yang menyebut cakruk sebagai balai guyub dapat dikembangkan menjadi salah satu keunikan perumahan Nogolimo. Mari sepakat, cakruk kita sebut balai guyub, sebab kandungan konsepnya unik dan dahsyat. Warga RT lain perlu bersyukur, ternyata permenungan kreatif warga RT 4 cocok dengan semangat dasar perumahan Nogolimo yaitu sebuah paguyuban yang guyub beneran !

Kejadian-kejadian di perumahan Nogolimo yang bervariasi tersebut terjadi karena dorongan kata dahsyat “Nogotirto Limo adalah sebuah paguyuban”, bukan sekedar sebuah perumahan yang lengkap dengan kepengurusan RT dan RW serta seksi-seksinya. Kita memang beda dan unik !

Djarot Purbadi

Catatan: masih ada beberapa rahasia lainnya, yang akan dibeberkan dalam kesempatan berikutnya secara urut. Rahasia-rahasia tersebut merupakan catatan penting dan memori yang berguna untuk memajukan perumahan Nogotirto Limo.

Balai Guyub RT 04 (18 Desember 2008)

Balai Guyub RT 04 (18 Desember 2008)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: