Posted by: djarotpurbadi | December 21, 2008

Nuansa Nada di Keroncong Request TVRI Jogja

Menyaksikan penampilan para sahabat “buaya keroncong” Nuansa Nada di Keroncong Request kali ini terasa sangat puas. Puas karena penampilan dapat dinikmati sejak detik pertama hingga detik terakhir, yang dibuka dengan penampilan pengasuhnya yaitu Bapak H.R. Widodo. Pola pembukaan dan penutupan dengan penyanyi yang sama ini cukup menarik dan mengesankan. Hati terasa puas karena semua lagu dapat dinikmati dengan penuh, apalagi tanggapan pemirsa pada proses pemilihan lagu sangat aktif. Saya sempat kaget juga, sebab mendapat sapaan dua kali dalam acara itu, dari Pak Tugiman dan Pak Anas. Matur nuwun, kami bangga pada Nuansa Nada.

Dari masuknya tanggapan-tanggapan malam itu dapat terlihat bahwa para penanggap memang berasal dari orang-orang yang maniak keroncong atau penggemar Keroncong Request. Artinya, Nuansa Nada tampil dalam forum pemirsa yang sangat tepat. Nuansa Nada pada penampilan Minggu malam tersebut tampak semakin matang dan profesional. Oleh karenanya, hanya satu kata yang dapat dikatakan yaitu “puas”.

Meskipun demikian, saya sebagai warga perumahan Nogolimo yang menjadi “pengamat dadakan” ingin menyampaikan sedikit catatan berikut ini. Minggu siang ini, kami menyaksikan acara Pesta Musik 2008 yang digelar oleh pengelola kursus musik Sriwijaya. Maklum, kami menunggu adik Tinus yang tampil dalam salah satu pentas musik itu sebagai pemain gitar, sebab dia memang murid di tempat kursus itu.

Wah penampilan para siswa hebat-hebat, dan tidak kalah dengan Nuansa Nada. Bayangkan, beberapa anak seusia Mariyo putranya Pak Anas tampil memukau, ya sangaaaat memukau, tampil dalam lagu-lagu pop menjadi drummer yang profesional. Dua anak kecil seusia Mariyo tadi tampil “ngedram” sangat profesional dan sangat PD dalam penampilan bersama beberapa remaja dan seorang bapak. Saya bahkan membayangkan seperti melihat Mariyo sedang “ngedram” dalam lagu Munajat Cinta dan Merah Putih ciptaan Sheila on 7. Wuaah hebat banget !

Saya juga menyaksikan para remaja putra dan putri tampil sebagai vokalis dalam beberapa lagu. Umumnya mereka tampil sangat PD, dengan teknik vokal yang benar, nadanya tepat dan powernya meledak terkendali. Saya membayangkan, mereka ini bagaikan idola-idola musik seperti di televisi yang sempat menjamur beberapa waktu yang lalu. Bahkan beberapa putri tampil berduet dengan guru vokalnya, seorang purti yang masih muda namun hebat penampilan vokal dan gayanya. Hanya satu kata yang dapat dikatakan yaitu “hebat”. Saya sungguh kagum pada penampilan mereka.

Inti pesan saya melalui dongeng ini adalah, tampaknya pengaruh kursus atau latihan terbimbing oleh para guru profesional memiliki peran yang penting dalam penampilan anak-anak itu. Nah, apakah hal yang sama diperlukan juga oleh personil Nuansa Nada, khususnya para vokalistnya ? Tegasnya, dengan hati-hati dan tetap hormat kepada panjenengan semua, (nuwun sewu) saya melihat teknik vokal khas keroncong para personil Nuansa Nada mungkin (sekali lagi mungkin) perlu ditingkatkan. Maksudnya, misalnya, dengan mengundang guru khusus vokal keroncong, saya kira penampilan Nuansa Nada akan semakin profesional dan ngedap-edapi seterusnya. Hal itu sudah dibuktikan anak-anak pemusik pop dari kursus musik Sriwijaya tadi. Begitu Pak Haji Tugiman, barangkali sudah waktunya harus bangkit lebih tinggi lagi.

Ibu saya bilang, bisa ditanggap ora ya, kok apik tenan ? Saya bilang, kayaknya bisa bu ! Nah, orang awam sudah melihat bahwa bakat profesional Nuansa Nada sudah dirasakan dan terasa mengesankan bagi pemirsanya. Maju Terus Nuansa Nada !

Djarot Purbadi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: