Posted by: djarotpurbadi | October 27, 2008

Ziarah ke Goa Maria Tritis

Pada hari Minggu tanggal 25 Oktober 2008 warga Katolik Nogotirto Limo melaksanakan kegiatan ziarah – doa ke Goa Maria Tritis di wilayah Gunung Kidul. Perjalanan mengunakan satu buah bis yang muat untuk 40 orang. Peserta terdiri atas bapak, ibu dan anak-anak. Berangkat pada pukul 07.00 dan sampai kembali di Nogotirto Limo pukul 17.00.

Di lingkungan tempat ziarah, dilakukan doa “Jalan Salib” dan digabungkan dengan doa Rosario. Seluruh acara doa dipimpin oleh Bapak Asnawi. Setelah melalui perjalanan naik-turun bukit kapur dengan jurang menganga di kiri – kanan jalan setapak dan melewati 14 titik perhentian doa, rombongan sampai di sebuah goa alam yang di dalamnya ada patung Santa Maria, Altar dan Salib. Tempat di dalam goa sudah ditata menjadi tempat doa mirip suasana di dalam gereja. Rombongan berkumpul di dalam goa untuk berdoa pribadi. Suasana di dalam goa cukup tenang meskipun banyak orang dari banyak rombongan lain dari luar Yogyakarta.

Setelah selesai berdoa, rombongan kembali berjalan menuju bis yang diparkir di terminal dekat pintu masuk lingkungan Goa Maria Tritis. Perjalanan diteruskan ke pantai Sundak untuk rekreasi. Rombongan berhenti di dekat Laboratorium Fakultas Kehutanan UGM yang terletak di tepi pantai dan di dekatnya terdapat gubug untuk istirahat. Pemilihan tempat itu atas saran Ibu Lela Widagdo, sebab beliau memiliki kegiatan di tempat itu. Jadi fasilitas untuk rekreasi termasuk makan siang mudah diperoleh berkat usaha Bu Lela.

Sambil menunggu persiapan makan siang, sebagian dari para bapak, ibu-ibu dan anak-anak menyempatkan diri bermain-main di pantai yang pasirnya putih bersih. Mereka senang dengan suasana pantai yang indah dan bersih. Beberapa anak mencari kulit-kulit kerang yang bentuknya lucu dan warnanya indah. Sebagian yang lain bermain air dan berlari kesana-kemari. Ada yang duduk saja di atas pasir, ada juga yang berendam di dalam air laut yang datang-pergi ke dan dari pantai. Ada juga bapak-bapak dan ibu-ibu yang sekedar duduk di tepi pantai di bawah teduhnya pepohonan. Mereka melihat anak-bapak yang sedang bermain-main di tepi pantai. Suasananya tenang, riang dan menyenangkan.

Tiba-tiba suasana menjadi gaduh dan mendadak sontak berubah. Mas Abi (putra Pak Lela Widagdo) yang mendekati beberapa anak mendadak berjalan menuju tepi air, roboh – duduk di atas pasir dan mengaduh-aduh kesakitan. Kami yang menyaksikan dari tepi pantai terkejut dan melihat raut mukanya menunjukkan rasa kesakitan yang amat sangat. Berkali-kali ia meraung-raung sambil memegangi kaki kanannya. Bapak-bapak dan anak-anak segera merubungnya dan berusaha memberikan pertolongan, tetapi tampaknya tidak mengurangi rasa kesakitan Mas Abi. Singkat kata, kaki Mas Abi tertusuk duri babi laut.

Mas Abi kemudian berjalan dengan susah-payah menuju tepi pantai yang teduh. Pak Danang, Pak Totok dan saya mencoba memberikan pertolongan. Saya sirami luka di kakinya dengan air aqua supaya bersih. Pak Danang memberikan olesan obat salep berwarna hijau keruh, konon untuk mengobati luka itu. Kakinya kemudian kami ikat dengan sapu tangan supaya “racun” duri babi terhambat penjalarannya. Setelah itu, Mas Abi dipapah menuju gubug istirahat. Dari perilakunya, tampak Mas Abi menderita kesakitan yang luar biasa….

(ana tutuge)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: