Dear All,
Pengurus baru Paguyuban Perumahan Nogotirto ELOK Limo telah terbentuk. Barangkali banyak harapan yang diletakkan, keinginan yang digagas, perubahan yang lebih baik diimpikan. Amanat warga sudah disampaikan dan diterima, tetapi apa sih yang akan dikerjakan ? Apa pula agendanya ? Bagaimana cara mencapainya ?
Menurut pakar manajemen perubahan Rhenald Kasali, untuk melakukan perubahan ke arah tertentu, perlu diawali dengan MIMPI BERSAMA. Konon, katanya, ada tiga tahapan yang harus dilalui, yaitu (1) Merumuskan Mimpi, (2) Memasyarakatkan Mimpi, dan (3) Mewujudkan Mimpi. Semuanya harus ada dan menjadi komitmen bersama. Jika ketiganya ditujukan kepada warga Nogotirto Limo, barangkali ada satu pertanyaan awal yang harus dijawab: Apa atau bagaimana sih mimpi bersama seluruh warga perumahan Nogolimo ke depan (sampai tahun tertentu) ? Bagaimana mimpi Nogotirtolimo 2020, misalnya ?
Apakah Nogotirtolimo akan menjadi “perumahan kreatif” mirip Bandung is a creative city ? Apakah Nogotirtolimo akan menjadi “perumahan herbal” supaya warganya sehat tanpa obat dan dokter ? Apakah Nogotirtolimo akan menjadi “perumahan digital” atau “perumahan hijau-sejuk (green housing)” yang tanggap terhadap krisis lingkungan global ? dst dst dst. Silahkan bermimpi dan bermimpi, kemudian kita galang kerjasama untuk mewujudkannya.
Nah, kiranya ada tugas mendesak bagi pengurus RW yang baru, yaitu menggali dan merumuskan mimpi-mimpi warga Nogotirtolimo. Apa dan bagaimana mimpi mereka yang bisa dicapai dalam kebersamaan seluruh warga ? Apa dan bagaimana mimpi anak-anak kita ? Apa dan bagaimana mimpi para remaja dan pemuda kita ? Apa dan bagaimana mimpi para bapak-ibu dan simbah-simbah kita ? dst dst dst.
Konon, merumuskan mimpi yang muncul, artinya sudah mencapai sepertiga perjalanan, memasyarakatkan mimpi juga berarti sudah sampai pada 75% dari seluruh perjalanan dan usaha mewujudkan mimpi adalah langkah pamungkas yang mesti dilakukan.
Kata para bijak: Belajarlah sampai negeri Cina, bermimpilah sampai planet Pluto !
Salam,
Djarot Purbadi